Sektor Pertahanan Garuda Select Alami Peningkatan
27 November 2019
Sektor Pertahanan Garuda Select Alami Peningkatan

Kemenangan 1-0 yang diraih Garuda Select saat menghadapi Gillingham FC menunjukkan peningkatan kualitas permainan tim. Peningkatan yang cukup menonjol memang terlihat di sektor belakang. Koordinasi Kakang Rudianto dan kawan-kawan saat mendapat serangan terlihat jauh membaik dari beberapa laga sebelumnya.

Menurut Timo Scheunemann sebagai penerjemah teknis tim, Dennis Wise selaku Direktur Teknik dan Des Walker sebagai Pelatih Kepala selama hampir dua bulan ini memang terus menekankan soal pertahanan. Secara spesifik, yang ditekankan adalah cara bertahan sebagai sebuah kesatuan. Pemain yang menekan lawan secara individu tanpa bantuan teman-temannya dihukum oleh Des Walker dengan cara membiarkan pemain tersebut bertahan sendirian.

Tentu saja pemain tersebut menjadi bulan-bulanan dan tidak mampu merebut bola. Dengan cara seperti ini pemain menjadi sadar bahwa sepakbola adalah permainan tim: menyerang harus dilakukan bersama-sama dan bertahan pun juga demikian. Karena bertahan harus dilakukan secara bersama-sama, komunikasi menjadi super penting. Di sini kelemahan pemain kita jelas terlihat yakni miskin komunikasi.

Bukan hanya bicara, Des Walker sering sekali memberikan contoh. Walau sudah kepala lima, ia masih fit. Ia menunjukan bahwa berkomunikasi bukan sekedar teriak “hei” atau menyebut nama kawan, tapi harus konstruktif, harus berisikan komando yang jelas. “Tekan lawan ke garis”, misalnya, atau “Drop, jangan (tekan) dulu”. Pemain yang berada di belakang memberikan komando bagi pemain di depannya mengingat ia memiliki pandangan yang lebih luas tentang situasi di lapangan.

Kini pemain Garuda Select sudah mulai paham bahwa saat kehilangan bola, secara berturut-turut yang harus dilakukan: 1. Cepat bereaksi dan berlari sprint kembali ke posisi masing-masing, 2. Setelah formasi bertahan terbentuk barulah dilakukan pergeseran ke arah posisi bola secara bersama-sama, dan 3. Saat bergeser dan menekan secara bersama-sama inilah pemain yang berada di belakang memberikan komando yang jelas kepada pemain di sekitarnya. Kebiasaan buruk bertahan secara individu dan tanpa saling mengarahkan sudah mulai ditanggalkan.

Saksikan pertandingan dan perkembangan Garuda Select di @hanyaadadimolatv